WNI Terduga Pembunuh Kim jong-nam Sempat berkerja 3 Bulan Di china

by

WNI Terduga Pembunuh Kim jong-nam Sempat berkerja 3 Bulan Di china
WNI Terduga Pembunuh Kim jong-nam Sempat berkerja 3 Bulan Di china

Writid.net-Dua perempuan yang terkait dengan pembunuhan Kim jong-nam kakak tiri korut , Kim jong-un, rupanya sempat tinggal di china
Keduanya tinggal di Negeri Tirai bambu selama 3 bulan sebelum melakukan misi yang merenggut nyawa seseorang,-

Keberadaan mereka di Tiongkok, di ungkapkan oleh CHINA PRESS, Siti aisyah dan Doan Thing Huong, Mungkin bukan Agen mata mata di korea Utara , Namun kemungkinan mereka di perdaya oleh jaringan mata mata untuk melakukan pembunuhan tersebut ,-

WNI Siti Aisyah adalah tersangka kedua yang ditangkap di pukul 02.00 pada Kamis, sementara Doan – dari Vietnam – ditangkap sehari sebelumnya.

Kedua wanita itu disebut telah tinggal di China selama satu dan tiga bulan untuk mempelajari sosok seorang laki-laki. Selama ini, mereka juga bekerja sebagai lady escort, demikian dilaporkan China Press.

Laporan itu mengindikasikan bahwa orang yang dianggap teman oleh kedua perempuan itu adalah mata-mata yang memperkenalkan Doan ke empat orang. “Teman” inilah yang tengah diburu polisi sehubungan dengan pembunuhan itu.

Siti Aisyah terlibat ketika Doan diminta oleh seorang pria untuk menemukan pasangan untuk membuat video prank atau lucu-lucuan.

Kedua wanita, yang kenal satu sama lain, ternyata berlatih berkali-kali untuk mengejutkan seorang pria hingga mahir.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Siti Aisyah ditugasi menggunakan saputangan untuk menutupi wajah Jong-nam sementara Doan memberikan suntikan.

Kedua wanita mengklaim bahwa mereka tidak tahu bahwa hal itu akan menyebabkan masalah karena mereka pikir itu seharusnya menjadi bagian dari video lelucon.

China Press melaporkan bahwa Siti Aisyah mengaku hanya bertemu dengan tersangka laki-laki lainnya baru-baru ini, dan tidak menyadari siapa Kim Jong-un atau Kim Jong-nam

Dia dituduh telah dibayar US $ 100 untuk melakukan “lelucon” itu.

Jong-nam, 45, dibunuh oleh dua wanita yang memercik wajahnya dengan bahan kimia di ruang keberangkatan KLIA2 pada pukul 9.00 pada hari Senin saat ia hendak berangkat ke Macau.

Para wanita kemudian masuk ke taksi dan melarikan diri.