Kenapa Harus Kucing?

by

Kenapa Harus Kucing?

Kenapa Harus Kucing?

Kucing adalah salah satu hewan terimut dan menggemaskan di seluruh Dunia. Selain berbulu, kucing punya muka yang cenderung jutek dengan mata tajam. Enggak jarang, kucing juga suka bertingkah manja. Saking lucunya, banyak orang yang suka memelihara kucing dan mengelus-elusnya untuk mendapatkan kesenangan.

Anyway, selucu-lucunya hewan karnivora ini, banyak banget ungkapan buruk yang dibuat manusia dengan meminjam nama kucing. Soalnya, ada beberapa tingkah kucing yang menurut manusia itu kurang terpuji. Emang sih hal ini bikin KZL para pencinta kucing, soalnya kucing enggak sejahat manusia. Tapi, ungkapan-ungkapan ini udah terlanjur mendarah daging di kehidupan kita, dan jadi istilah yang udah umum banget. Nah, apa aja sih ungkapan yang digunakan oleh manusia guna menggambarkan hal-hal yang kurang positif, dengan menggunakan nama kucing?

 

1. Kucing-kucingan

Kenapa Harus Kucing?
Kenapa Harus Kucing?

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Misalnya saat kecil dulu, waktu lo ngaku sama nyokap kalau lo ke sekolah, padahal sebenernya lo nge-game di warnet. Nah, akhirnya lo pun kucing-kucingan mengambil jalan ke warnet, dan bukannya ke sekolah.

Kenapa sih kok istilahnya kucing-kucingan? Jadi, lo pernah kan melihat kucing yang berjalan mengendap-ngendap saat mereka mau nyolong sesuatu? Nah, kayak gitulah kurang lebih alasan kenapa istilah ini digunakan untuk menggambarkan aktivitas manusia yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ibarat kata, jadi mirip gitu sama kucing yang mau nyolong ikan.

 

2. Kucing garong

Kenapa Harus Kucing?
Kenapa Harus Kucing?

Kucing garong sendiri menggambarkan kucing yang suka mencuri ikan goreng atau makanan lezat lain tanpa kompromi. Pokoknya, kucing yang nyebelin abis dan bikin kita KZL, deh. Tapi mau digebukin juga kasian dong, secara kucing itu mungkin kelaparan dan butuh makan. Jadilah kita cuma bisa ngumpat-ngumpat doang.

Nah, kalau ungkapan kucing garong sendiri menggambarkan lelaki yang hobinya menggaet cewek di manapun. Cowok kayak begini, enggak pernah pandang bulu. Dan enggak cuma ngeliatin dengan tatapan binal, cowok semacam ini juga bisa berbuat asusila kalau ada kesempatan. Pantesnya sih, kucing garong model ini yang digebukin sampai lebam.

 

3. Mandi kucing

Kenapa Harus Kucing?
Kenapa Harus Kucing?

Yang punya kucing, ngacung deh, pasti hal tersulit yang harus kalian lakukan adalah memandikan kucing. Soalnya, kucing itu geli aja sama air dan KZL saat harus menghadapi waktu mandi. Kalau enggak nyakar, mencoba melarikan diri, ya biasanya sih dia menunjukkan wajah yang enggak enak. Makanya, kucing itu suka dimandiin sekadarnya aja. Enggak kayak kita yang kalau mandi pakai lulur bengkoang campur garam laut mati.

Untuk itu, aktivitas mandi sekadarnya (yang penting kena air dan kena sabun), biasa disebut mandi kucing: yang penting basah. Oh ya, tapi ada makna lain mandi kucing yang lebih vulgar sih. Lo pasti sering dong liat kucing menjilat-jilat tubuhnya sendiri. Nah, aktivitas foreplay antara suami-istri yang menggunakan lidah dan ditujukan pada badan, juga disebut mandi kucing sih.

 

4. Catcalling

Kenapa Harus Kucing?
Kenapa Harus Kucing?

Istilah yang satu ini emang lagi banyak dibahas di sosial media akhir-akhir ini. Pasalnya, meskipun teknologi makin maju, tapi orang enggak bermoral masih aja banyak. Salah satu bentuk sikap enggak bermoral adalah catcalling -panggil-panggil kucing- atau nyuit-nyuitin dan menggoda orang di jalanan. Catcalling bisa dilakukan oleh cowok maupun cewek, tetapi, yang biasa melakukan perbuatan hina ini ya cowok pengecut.

Oh ya, meskipun mungkin buat lo, catcalling itu bukan masalah besar, tapi lo udah sukses bikin orang jadi enggak nyaman, dan lo udah sukses mengobjektifikasi manusia. Padahal, setiap orang punya hak buat merasa aman di jalan. Dan sebetulnya, catcalling ini udah masuk ranah pelecehan seksual lho. Kalau korban mau, bisa aja lo dilaporin ke pihak berwajib. Enggak mau kan merasakan kejam dan dinginnya jeruji besi? Kalau gitu, mending taubat aja dan jangan pernah melecehkan orang di jalan, meskipun menurut lo, hal kayak gitu itu biasa. Lo pasti enggak mau kan nyokap lo digituin sama orang?

Balik lagi ke istilah perkucingan, kenapa namanya cat dan bukan human, ya karena kucing itu suka mengeong kalau lagi di jalan. Biasanya sih, karena mereka laper dan pengen makan. Tapi jelas kelaparan yang mereka derita ini kastanya jauh lebih tinggi ketimbang lapar belaian yang diderita oleh para catcallers tak bermoral.

***

Biarpun nama kucing sering digunakan untuk ngegambarin hal-hal yang kurang baik, harus kita pahami kalau kucing itu sebenarnya enggak salah. Yang salah adalah manusia. Dan sejelek apapun perilaku kucing, yang jelas mereka melakukan itu untuk bertahan hidup, bukannya untuk iseng-iseng berhadiah kayak kita para manusia. Mungkin kalau para hewan punya sesuatu yang dinamakan “kesadaran akan eksistensi mereka”, mereka juga bakal marah kali dijadikan istilah-istilah buruk. So, buat lo para manusia, jangan selalu merasa lebih tinggi daripada makhluk lain ya. Karena seringkali, perilaku kita itu enggak lebih baik daripada mereka.

Writid.net

Baca juga artikel menarik lainnya :
1.Kalimat Motivasi Tapi Kok Nyebelin
2.Kenapa Orang Jepang Sangat Tertib Ketika Mengantri?
3.Mengapa Microsoft Bakal Tetap Kalahkan Apple dalam Dunia PC? Begini Alasannya