Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

by

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Kita harus berterima kasih kepada media sosial. Teknologi ini enggak cuma nyediain ruang buat mencari informasi dan jodoh, tetapi juga menyediakan tempat buat curhat. Meskipun aktivitas curhat di media sosial sering dianggap alay, tetap saja banyak yang ngelakuin karena manusia itu butuh perhatian dari manusia lain. Maklum, kita kan makhluk sosial.

Oh, ya. Supaya perhatian yang lo terima itu positif, ada baiknya lo enggak asal curhat seperti anak kemarin yang baru mengenal media sosial. Gunakan cara-cara yang membuat curhat lo terlihat eksklusif dan berkelas, sehingga lo enggak kayak orang-orang ngenes yang kesannya haus belas kasihan. Nah, kayak bagaimana sih cara eksklusif buat curhat di media sosial?

 

1. Jangan “Playing Victim

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!
Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Kenapa ada beberapa pejabat yang dirundung habis curhat di media sosial? Tentunya bukan cuma karena mereka adalah pejabat, tetapi karena cara mereka curhat itu keliatan baper, lemah, dan nganggap dirinya sendiri adalah yang paling menderita. Udah enggak zaman kayaknya mencari belas kasihan dengan cara seperti itu.

Daripada lo terlihat mengasihani diri sendiri, mendingan lo pura-pura kuat aja. Berpura-puralah jadi pribadi yang optimistis dan anggap kalau semua ini hanyalah ujian supaya lo jadi lebih kuat. Kalau lo mau orang-orang benar-benar kasihan sama lo, mending lo suruh orang lain buat posting kisah pilu hidup lo di media sosial. Kalau yang ngomong orang lain, pastinya enggak dianggap “playing victim“.

 

2. Pakai modus berbagi informasi

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!
Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Pada dasarnya, manusia itu suka banget mengambil pelajaran hidup dari orang lain. Makanya enggak mengherankan kalau status yang berhubungan tentang informasi atau pembelajaran itu banyak dibagikan dan disukai di media sosial. Lo pun akan dianggap sebagai pahlawan yang peduli terhadap nasib kebangsaan dan kemasyarakatan.

Caranya gampang kok. Misalnya lo KZL karena punya temen tukang morotin, nah, daripada curhat sambil ngatain temen lo dengan kosakata Taman Safari, mending lo bikin aja status semacam ini: Buat kalian yang punya temen tukang morotin, yang cuma ada kalau lagi butuh doang, mending ikutin yuk tips-tips di bawah ini. Enak kan, temen lo kesindir, elo pun juga akan dianggap sebagai seseorang yang bijak

 

3. Jangan pakai kata-kata kasar

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!
Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Meskipun kelakuan temen lo lebih rendah daripada binatang jalang, meskipun lo pengen menjadikan dia hewan kurban, plis, hindari kata-kata kasar, umpatan, dan juga nama-nama binatang. Kalau mau ngomong kasar, lebih baik lo ucapkan langsung di depan temen lo itu, bukannya di media sosial.

Selain mengganggu orang, kata-kata super kasar bukannya bikin orang menjadi simpatik sama lo, tetapi bikin lo jadi terlihat enggak berpendidikan. Jangan heran kalau habis itu, banyak orang yang jadi sebel dan menghapus pertemanan dengan lo di media sosial. Well, daripada kasar, lebih baik lo gunakan kata-kata berkelas, tapi maknanya “dalem”. Misalnya nih, kata-kata semacam “backstabber”, “uang enggak bisa beli kelas”, “foul-mouthed”, atau “pemanjat sosial”

 

4. Usahakan jangan menyebut nama

Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!
Curhat di Media Sosial? Yang Berkelas, Dong!

Kecuali temen lo udah berbuat jahat parah dan memfitnah dengan cara yang sadis, mending jangan sebut nama deh. Apalagi, kalau temen lo masih bisa dihubungi baik-baik, dan enggak kabur gitu aja dari dunia ini. Menyebut nama, padahal lo masih bisa membicarakan masalah dengan dia secara baik-baik, akan membuat lo terlihat seperti pengecut dan seperti orang yang doyan mengumbar masalah pribadi.

Kalau emang lo cuma mau melampiaskan rasa kesal, mending pakai kode aja. Jangan sebut nama dia, dan jangan juga sebut ciri-ciri spesifik teman lo itu. Memang sih temen lo mungkin enggak akan ngeh, tapi tujuan lo emang bukan bikin temen lo jadi ngeh, melainkan cuma menumpahkan kekesalan bukan?

***

Kalau lo terapin cara-cara di atas, curhat lo pun bakal terlihat eksklusif, berkelas, dan juga enggak bikin orang terganggu. Walaupun begitu, lebih baik jangan terlalu sering curhat karena hal itu malah buang-buang waktu lo doang. Lebih baik gunain waktu buat hal-hal yang lebih produktif. Ya, enggak?

Writid.net

Baca juga artikel menarik lainnya :
1.Kenapa Harus Kucing?
2.Bayi asal Semarang diberi nama Ahok & Rizieq Shihab, langsung viral
3.12 Ilustrasi ini gambarkan waktu di dunia berlalu dengan cepat