Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, Puluhan jiwa tertimbun longsor di Ponorogo

by

Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, Puluhan jiwa tertimbun longsor di Ponorogo
Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, Puluhan jiwa tertimbun longsor di Ponorogo

Writid.net- Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, tepatnya di Dusun Tangkil, Ponorogo, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (1/4) pagi. Tebing setinggi 100 meter longsor. Material longsoran ini memanjang dari bukit sekitar 800 meter dengan tinggi sekitar 20 meter. Bencana tanah longsor tersebut terjadi pada pukul 08.00 WIB.

Sebelum longsor terjadi, telah ada suara gemuruh yang berlangsung pada 07.30 WIB. Sebagian warga telah mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman. Kendati demikian, ada warga yang masih melakukan aktivitasnya. Pada pukul 08.00 WIB tebing pun akhirnya longsor dan menerjang dua RT yaitu RT 02 dan RT 03. Sebanyak 23 rumah penduduk dan ladang tertimbun reruntuhan tebing. Kawasan tersebut dihuni sekitar 50 orang. Sebanyak 17 orang di antaranya mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas terdekat.

Menurut keterangan warga dan BPBD Ponorogo, ada sekitar 22 orang jiwa dan 15 pekerja panen jahe yang tertimbun tanah. Tim SAR yang terdiri atas Koramil, Polsek Pulung, Tagana, BPBD Ponorogo, dan Dinas Kesehatan ikut membantu masyarakat. Hingga tadi sore, Tim SAR masih terus melakukan pencarian korban dan ditemukan satu korban tewas. Tak hanya manusia, hewan ternak milik warga pun ikut tertimbun tanah.

Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, Puluhan jiwa tertimbun longsor di Ponorogo
Bencana alam kembali menguncang Pulau Jawa, Puluhan jiwa tertimbun longsor di Ponorogo

Tanda-tanda longsor telah muncul sejak 20 hari sebelum kejadian terjadi. Kawasan Desa Banaran sendiri merupakan kawasan rawan bencana longsor dengan bahaya tinggi. Sementara beberapa hari ke belakang, hujan deras kerap menerpa kawan tersebut hingga memnuculkan adanya retakan-retakan di bukit. Semenjak masyarakat mengetahui tanda-tanda tersebut, mereka memilih untuk mengungsi di malam hari. Sementara pada siang hari kembali beraktivitas.

Dilansir dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Sabtu (1/4) disebutkan evakuasi sempat terhenti pada pukul 16.00 WIB. Hal tersebut disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, yaitu hujan dan medan lokasi yang labil. Pihaknya pun memerlukan bantuan alat berat, namun terkendala karena akses jalan yang sempit dan sulit menuju lokasi.

Writid.net 

Baca juga artikel menarik lainnya :