5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

by
5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Writid.net –  Kematian adalah sebuah hal yang misterius dan menyedihkan. Sampai saat ini enggak ada manusia yang betul-betul tahu ke mana keluarga mereka akan pergi usai kematian. Untuk itu, prosesi kematian biasanya dibalut dengan suasana yang sangat kelam dan menyedihkan.

Di beberapa tempat, hal ini enggak berlaku. Tempat-tempat ini justru ngerayain kematian dengan lebih meriah, bahkan ketimbang perayaan ulang tahun. Ya, mungkin buat kita, hal itu enggak rasional dan terlihat enggak simpatik. Namun, itulah cara mereka “mengantarkan” jiwa orang-orang yang mereka cintai supaya bisa tenang di atas sana. Nah, perayaan kematian seperti apa dan dari mana aja, sih, yang unik dan jauh dari kesan sedih?

 

1. Rambu Solo di Tana Toraja

5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Kalau ngomongin Tana Toraja, udah pasti kita enggak bisa luput dari Rambu Solo atau upacara adat kematian. Ya, kematian di Tana Toraja memang “dirayakan” besar-besaran. Enggak cuma mengantarkan mayat ke lumbung-lumbung peristirahatan terakhir, ada pula proses penyembelihan kerbau.

Oh, ya, sebelum disembelih, kerbau-kerbau tersebut diadu terlebih dahulu. Kerbau yang menang adalah kerbau yang paling kuat dan dapat mengalahkan kerbau lainnya. Namun, kerbau mana pun yang menang, tetap aja disembelih. Kalau dipikir-pikir, fenomena ini cukup filosofis, mengingat sekuat apa pun manusia di dunia, tetap suatu saat akan mati, ‘kan?

Upacara ini enggak selalu dilakukan beberapa hari setelah seseorang meninggal. Ada juga yang melakukannya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah anggota keluarganya meninggal. Kenapa? Soalnya, untuk bikin upacara ini, butuh kurban kerbau yang harganya enggak murah. Sampai bisa membeli kerbau dan melakukan perayaan ini, mayat-mayat diperlakukan seperti orang yang tidur. Mereka digantikan baju dan lain sebagainya serta ditidurkan di rumah masing-masing keluarga. Hal ini mungkin agak mengerikan bagi kita, tetapi merupakan hal yang wajar di Tana Toraja.

 

2. Pemakaman Langit Tibet

5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Biasanya, mayat dikuburkan entah dengan menggunakan kain kafan, peti mati, atau dikremasi dan abunya disimpan/disebar ke laut. Hal itu enggak berlaku di Tibet. Di sana, mayat dipotong-potong dan dijadikan makanan burung bangkai!

Ritual ini kesannya kayak enggak menghormati mereka yang sudah tiada. Namun, ada filosofi tersendiri bagi orang Tibet terkait hal ini: supaya jiwa mereka yang udah meninggal terangkat ke langit bersama burung-burung bangkai.

Usai pemberkatan, mayat-mayat ini ditelungkupkan di puncak gunung kemudian dipotong-potong. Hal ini bertujuan mengundang burung bangkai agar memakan mayat itu. Memang, sih, buat yang enggak terbiasa, pasti enggak kuat melihat prosesi ini karena cukup menjijikkan. Namun, bagaimana pun ini adalah tradisi yang udah mengakar kuat sejak lama di tengah masyarakat Tibet.

 

3. Tarian Kematian

5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Mereka yang sudah dikubur biasanya “dijenguk” dengan cara didoakan di depan makam mereka, seraya bunga ditaburkan atau ditaruh supaya makam terlihat segar. Bagi orang Malagasi, Madagaskar, enggak ngelakuin hal itu justru untuk mengenang mereka yang meninggal. Mereka bahkan ngeluarin orang yang udah meninggal dari kuburannya setiap tujuh tahun sekali dan mengajaknya menari!

Ritual ini bernama Famadihana dan dilakukan dengan cara mengangkat tubuh orang yang telah mati ke atas kemudian menari bersama-sama anggota keluarga lain. Ritual ini terlihat ramai dan menyenangkan, seolah bagi mereka kematian enggak perlu diratapi berlarut-larut. Hal ini bertujuan supaya semangat dan arwah para orang mati akan segera bergabung dengan para nenek moyang di surga. Saat ngelakuin ritual ini, mereka memang harus hati-hati, sih. Soalnya, tubuh mayat yang udah membusuk, ‘kan, memang rapuh banget. Salah-salah, mayat bisa jatuh dan terburai, ‘kan?

 

4. Swamumifikasi ala Sokushinbutsu

5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Kenapa mimin tulis swa? Soalnya, dalam proses ini, para biksu melakukan mumifikasi pada diri mereka sendiri! Ya, sebenarnya, sih, bisa aja disebut bunuh diri, tapi dibilang menyakiti diri sendiri atau putus asa juga enggak bisa. Malahan, mereka yang memutuskan untuk mati ini meninggal dalam keadaan tenang.

Setelah merasa bahwa mereka sudah mencapai ketenangan dan kedamaian serta menemukan tujuan hidup, para biksu yang menganut metode ini melakukan diet selama 1.000 hari. Pada saat itu, mereka cuma makan kacang-kacangan dan biji-bijian supaya semua lemak di tubuh hilang. 1.000 hari selanjutnya, mereka hanya makan semacam kulit akar dan minum teh beracun dari getah pohon Urushi. Getah ini memang aslinya bukan bahan buat makanan/minuman, melainkan bahan vernis cat. Jadi, tubuh mereka pun jadi beracun dan belatung enggak akan memakan tubuh mereka.

Setelah itu, mereka akan bersemedi di sebuah kuburan batu. Ada lonceng yang dihubungkan dengan kubur batu itu. Nah, setiap hari, selama masih hidup, mereka bakal membunyikan lonceng sebagai tanda kalau mereka belum mati. Kalau lonceng sudah berhenti berbunyi, artinya mereka sudah enggak bernyawa. Para biksu yang masih hidup pun menyegel makam dan membacakan doa-doa suci selama 1.000 hari. Setelah itu, mayat mereka bakalan dipindahin ke dalam kuil dan mereka pun telah dianggap menyatu sama Sang Buddha setelah proses mumifikasi berhasil.

Prosesi ini jujur mengerikan banget dan pastinya enggak semua orang mau ngelakuinnya. Maklum, siapa, sih, di dunia ini yang sebenarnya pengen meninggal secara sukarela?

 

5. Memakan Abu Kremasi

5 Ritual Aneh Merayakan Kematian

Sebuah suku di pedalaman Amazon bernama Yanomami punya kebiasaan memakan orang. Tenang aja, bukan berarti mereka ngebunuh orang untuk dimakan (kayak cerita kanibal pada umumnya). Mereka memakan tumbukan abu orang yang udah meninggal di suku mereka. Biasanya, abu ini dicampur ke makanan tertentu seperti sup pisang.

Ritual ini mungkin kedengaran menjijikkan dan enggak sehat. Jangankan abu orang meninggal, abu kayu aja enggak sehat buat dijadiin makanan. Namun, suku yang terkenal dengan ketangguhannya ini menganggap kalau dengan dimakan, arwah para orang yang meninggal bisa menyatu dengan mereka dan bisa tenang. Di antara yang lain, mungkin ini kali, ya, perayaan kematian yang paling ekstrem dan kontroversial kalau hadir di tengah masyarakat modern.

******

Meskipun kedengaran aneh bagi kita, setidaknya hal-hal di atas membukakan mata kalau ada beberapa kelompok masyarakat yang nganggap kematian adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan menyedihkan. Mungkin kematian ibarat melepaskan anak semata wayang buat pergi kuliah ke tempat yang jauh. Bikin sedih, tapi juga bikin bangga.

Writid.net

Baca juga artikel menarik lainnya :
1.5 Tradisi Paling Aneh dan Mengerikan di Dunia
2.10 Hujan Aneh yang Nggak Masuk Akal Yang Pernah Ada
3.10 Penampakan Aneh dan Menyeramkan yang Tertangkap Google Earth