Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

by
Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Writid.net – I’m sorry, I didn’t know love had an expiration date. Kalimat yang bikin nyesek itu dilontarin seorang tokoh bernama Sophie dalam film Letters to Juliet. Layaknya minuman kaleng, cinta memang punya “tanggal kadaluarsa”. Enggak selamanya dada kita berdebar-debar tiap melihat si dia. Seiring berjalannya waktu, ada aja titik jenuh.

Nah, bedanya sama minuman kaleng, lo sama pasangan lo bisa mutusin, apakah tanggal kadaluarsanya lo perbarui atau enggak. Bisa kayak gitu? Yap, menurut Dawn J. Lipthrott, seorang penasihat hubungan dan pernikahan, hubungan cinta itu ada lima tahap. Di dalam tahap-tahap itu, kondisi perasaan kita terhadap pasangan berbeda-beda, loh. Yuk, pelajari biar lo bisa mahamin kecocokan lo sama pasangan.

 

1. Tahap I – Cinta Romantis

Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Tahap ini biasa dilewati oleh mereka yang baru-baru aja jadian atau menikah. Pada saat inilah, perasaan “butterfly on my stomach” alias berdebar-debar itu berlangsung kalau ketemu pasangan. Rasanya dunia tercipta buat lo berdua dan semua latar yang kalian lewati adalah taman berbunga.

Kekurangan pasangan pun belum akan lo lihat sebagai sesuatu yang ngeganggu. Lo masih mikir kalau cinta itu berarti menerima seluruh perbedaan yang ada di dalam diri pasangan. Pada titik ini, lo kayaknya rela banget kalau harus ngorbanin jiwa dan raga buat pasangan. Kalau pasangan lo butuh separuh jantung, lo bakal berkata bahwa lo siap ngasih.

 

2. Tahap II – Tekanan/Kekecewaan

Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Pada titik ini, lo mulai sadar kalau ada beberapa kebiasaan pasangan yang ganggu banget. Lo pun kemudian kecewa dan nganggap kalau cinta sejati itu cuma mitos belaka dan kisah ala Cinderella itu omong kosong doang.

Banyak pasangan yang mutusin untuk mengakhiri hubungan pada tahap ini karena ngerasa masing-masing enggak memenuhi ekspektasi. Namun, banyak juga yang pada akhirnya mutusin buat tetap lanjut. Perlu diingat, pada saat itu, rasa cintanya enggak sebesar yang pertama. Kalau lo termasuk dalam kategori kedua, artinya lo berhasil lepas dari badai di tengah lautan dan siap masuk ke babak baru.

 

3. Tahap III – Pengetahuan dan Kesadaran

Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Pada tahap ini, mereka yang udah ngelewatin “badai” bersama pasangan akhirnya mulai dapat sebuah pencerahan. Pencerahan yang kaya bagaimana? Bahwa enggak semua orang sempurna dan kekurangan pasangan ternyata masih bisa mereka toleransi. Yah, seenggaknya, kekurangan itu masih sesuai sama prinsip mereka sehingga bisa diterusin ke jenjang yang lebih lanjut. Misalnya, kalau lo orangnya menjunjung tinggi kesetiaan, mungkin masih bisa nerima kekurangan pasangan yang suka ngupil smebarangan.

Meskipun masih suka KZL kalau nemuin kebiasaan-kebiasaan buruk itu, kekesalan itu enggak usah dibawa sampai ke dalam hati. Paling cuma bikin bete sedikit, habis itu, bercandaan lagi, deh. Lagipula, kita juga punya kekurangan yang pada akhirnya bisa diterima pasangan.

 

4. Tahap IV – Transformasi

Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Inilah tahap yang paling cantik. Di tahap awal, kedua belah pihak saling menerima. Namun, kedua belah pihak pun sadar bahwa mereka juga harus ngubah beberapa kebiasaan yang bikin pasangan enggak nyaman. Di sinilah kemudian mereka bertransformasi perlahan. Misal, nih, awalnya lo orang sering ngaret satu jam saat janjian. Karena pasangan enggak suka kebiasaan itu, lo perlahan jadi orang yang tepat waktu biar enggak ngecewain si dia.

Meskipun tahap ini kelihatannya kayak berlayar di laut yang tenang, enggak jarang muncul konflik. Salah satu pemicunya adalah kurang puasnya salah satu pasangan atas perubahan yang dibuat oleh kekasihnya. Kekasihnya pun jadi ngerasa enggak dihargai.

 

5. Tahap V – Cinta Sejati

Tahap-Tahap dalam Hubungan Cinta

Sesungguhnya, cinta sejati bukanlah adegan unyu-unyu hot ala Bedward (Bella-Edward) dalam film Twilight Saga. Tahap cinta sejati menurut Lipthrott adalah saat kita bisa ngerasa nyaman dengan pasangan dan tenang di dekatnya, alih-alih deg-degan dan pengen jaim alias jaga image.

Di sini, kedua pihak enggak perlu repot-repot jaim soalnya udah tahu dan nerima baik-buruknya pasangan. Mereka pun ngerasa nyaman cerita apa yang mereka rasain dan enggak takut dihakimi atau ditinggalin. Oh, ya, enggak semua orang yang mau nikah udah sampai ke tahap ini, loh. Banyak juga yang bahkan baru sampai tahap 1 sehingga sering terkejut pada akhirnya karena banyak kekurangan pasangan yang baru terbuka. Jadi, kejujuran memang penting banget sebelum menikah supaya enggak bikin syok dan nimbulin “badai” dalam kehidupan pernikahan.

******

Cinta memang kompleks banget, ya? Itulah sebabnya perasaan yang kita rasain ke pasangan itu enggak konstan dan enggak datar layaknya film romantis pada umumnya. Meski begitu, hal-hal itu malah bikin hubungan percintaan lo jadi enggak ngejenuhin.

Writid.net

Baca juga artikel menarik lainnya :
1.Kisah kesetiaan & kecintaan suami ke mendiang istri ini bikin haru
2.Bukti Cinta Sejati, Aksi Kakek Bantu Istrinya Makan Mi Ini Bikin Haru
3.hal hal bodoh yang tidak boleh kamu lakukan Demi Cinta