Fakta Simpang Susun Semanggi Efektif Mengurangi Macet Di Ibu Kota

by

Writid.net – Nama Simpang Susun Semanggi merupakan sebuah jembatan layang persimpangan kota Jakarta. Ini adalah hasil rancangan dari  Jodi Firmansyah sepanjang 796 meter yang menghubungkan antara Grogol ke Senayan dan dari Jalan Sudirman menuju Cawang. Dibangun tahun 2016 kala pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama dan rampung saat masa Djarot Syaiful Hidayat, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp360 miliar, dibiayai dari dana kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada, salah satu anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Di balik pembangunannya fakta Simpang susun semanggi sangatlah unik. Simpang susun semanggi juga telah diklaim dapat memangkas kemacetan lalulintas Ibu Kota.

Fakta Simpang Susun Semanggi Efektif Mengurangi Macet Di Ibu Kota

Fakta Simpang Susun Semanggi yang Unik

Dalam laju pembangunan Kota Jakarta, terseliplah sebuah proyek Semanggi interchange atau yang akrab dengan nama Simpang Susun Semanggi. Sempat dikebut pengerjaannya dari 2016, sekrang Simpang Susun Semanggi siap digunakan warga Jakarta.

Keberadaannya diharapkan mampu mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar wilayah Semanggi hingga 30 persen. Terlebih selama ini Semanggi telah menjadi titik pertemuan dari arus kendaraan yang berasal dari berbagai arah. Segingga, di wilayah tersebut sering terjadi kemacetan, baik pagi, sore, hingga malam hari.

Inilah Ungkapan Fakta Simpang Susun Semanggi Atas Kemacaetan Ibu Kota

1.Perbedaan Arus Lalulintas Sebelum Dan Sesudah

Wakil Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan, terdapat perbedaan arus lintas sebelum dan sesudah pengoperasian Simpang Susun Semanggi. Itu ia ungkapkan berdasar hasil evaluasi dari pengoperasian Simpang Susun Semanggi diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus lalu.

2. Mempersingat Waktu Tempuh

Dilihat berdasar pada waktu tempuh rata-rata, dapat mempersingkat perjalanan rata-rata dalam melintasi Jembatan Semanggi hingga 25-50 persen.

Dalam melintasi Jembatan Semanggi saat existing jam sibuk pagi selama 6,95 menit. Sesudah dilakukan pengembangan, maka waktu tempuh rata-rata yang diperlukan hanya 3,54 menit.

3. Mengurangi Kemacetan hingga 30%

Di kawasan Simpang Susun Semanggi ini, tingkat kemacetannya tinggi. Dengan adanya Simpang Susun Semanggi ini kemacetan berkurang yakni ada pengurangan kemacetan 20-30 persen.

Desain Simpang Susun Semanggi Yang Unik

Jalan Layang Non-Tol (JLNT) dengan panjang jalan 1.622 meter ini ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memakai bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota Jakarta secara full precast melengkung (hiperbolik). JembatanSemanggi terdiri atas dua ruas. Satu ruas diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Cawang menuju ke Bundaran Hotel Indonesia, satu ruas lainnya untuk kendaraan dari arah Slipi menuju Blok M.

Terbagi menjadi dua Ramp. Ramp 1, kendaraan arahnya dari Grogol ke arah Blok M tak perlu belok lewat kolong Semanggi langsung naik ke Simpang Susun ke Blok M.

Adapun Ramp 2, bagi kendaraan dari arah Cawang menuju Thamrin, tidak perlu berbelok melewati kolong, karena bisa langsung naik ke Ramp 2 Simpang Susun yang mengarah ke Thamrin.

Sehingga tidak ada pertemuan pengendara dari Jalan Gatot Subroto juga dari Jalan Sudirman pada kolong bawah jembatan yang sering tersendat. Panjang Ramp 1 adalah 796 meter dan Ramp 2 sepanjang 826 meter.

Proyek ini digagas saat Basuki Tjahaja Purnama masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Ahok itu menggunakan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, yang memberi syarat kepada sebuah perusahaan swasta untuk membiayai proyek Simpang Susun Semanggi sebagai kompensasi kenaikan koefisien luas bangunan (KLB) atas pembangunan konstruksi mereka di Ibu Kota. Langkah Ahok pun diapresiasi Presiden Jokowi. Mantan Gubernur DKI itu juga memuji PT Wijaya Karya yang dinilai telah bekerja dengan cepat.